Puisi untuk sahabat

                     

                          Sahabat

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita

Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati

Sahabat kau seperti jantung yang selalu berdetak
Yang selalu mengisi kehidupkanku dengan canda tawamu
Kau memang seperti pelangi
Yang selalu menampakan warna setelah kelabu


Bersamamu, aku merasakan seperti orang yang paling istimewa
disaaat ku menangis, tangis ku dapat terurai menjadi tawa
lukaku kan terpecah menjadi bahagia
kau memang seindah rembulan dipelupuk mata


Namun ketika sang surya menyapa dirimu yang hangat seketika lenyap
Burung yang berkicau seketika bisu
Dan seperti tak memiliki sayap untuk menjauh dari kenyataan


Reff:

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa


Tapi inilah kenyataan
Sang maung ternyata lebih cepat menghampirimu
Dirimu memang sangat sulit hilang dari pikiranku terlalu banyak memoriku untuk menyimpan kenangan ini
terlalu banyak tinta-tinta yang kau goreskan di hidupku

Sahabat kehilangan dirimu membuat diriku lemah dan tak berdaya
Sudah ribuan bahkan jutaan tetes air mata mengalir di pipiku
Tanpa dirimu seakan waktu tak berarti lagi
hari indah yang kita lewati tak kan lagi dapat aku rasakan
hanya ada pelangi di langit biru yang menjadi saksi bisu persahabatan kita.


Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa


Sahabat pasti sangat banyak luka yang ku goreskan di hatimu
Mengapa perpisahan ini terjadi begitu cepat bahkan kau tidak sempat mengoreskan tinta-tinta terakhirmu dalam kenangan kita

Aku hanya dapat termaung melihat sosok dirimu yang sudah di balik selimut terakhirmu
Kini di tempat peristirahatan terakhirmu ulaskan senyum terakhir untuk dirimu
Rintik-rintik hujan turun pun dengan cepat langit yang cerah berganti menjadi kelabu

Sahabatku kini disaat deru angin mulai meraba kulitku tak ada lagi yang dapat membuatku hangat sehangat sinar suryamu
Tak ada lagi yang menjadikan pelangi di saat ku melabung

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa


Namun ku tersadar aku hanyalah manusia biasa yang hanya dapat menerima dan berusaha dan sejatinya dan memang kematian akan menghampiri setiap insan.

Selamat jalan kawan
semoga dirimu menungguku di tempat yang indah di alam sana
terima kasih sahabatku

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

Komentar

Postingan Populer