Dream girl #1
#1
Terkadang kamu harus kembali kepada awal, kepada hari dimana kamu dan dia seperti dahulu sebelum saling mengenal.
Bukankah dahulu terasa biasa saja saat kamu mendapati tak ada namanya dalam pemberitahuan pesan yang kamu terima.
Bukankah dahulu terasa biasa saja saat kalian tak saling berlebihan memberi perhatian.
Ya, luka yang ada memang tak akan pernah pulih dengan mudah. Kamu hanya perlu berjalan sejauh yang kamu bisa.
Memang berat saat kamu berusaha membuang apa saja yang berhubungan dengannya.
Berusaha meyakinkan dirimu bahwa tak ada lagi dia. Hati dan pikiranmu seakan tak ingin berkompromi denganmu agar tak mencari tahu keadaannya atau hanya sekadar menyapanya.
Perihal rindu, sesekali tak apa. Nyatanya jika kamu paksakan untuk dihilangkan, tak semudah orang bicara.
Rindumu bukan berarti kamu ingin memilikinya untuk sekali lagi.
Terkadang rindu adalah perihal mengenang seseorang yang membuat berantakan di dalam hati.
Jadilah kuat. Jangan terlalu memaksakan dirimu dengan sangat. Sebab jika kamu terlalu keras melupakan ingatan tentangnya, kamu hanya akan mendapati dirimu yang semakin dalam terluka.
—Moody notes
#2
Akhirnya aku belajar melepasmu, bukan karena aku tidak lagi mencintaimu. Bukan juga karena sayangku sudah habis di dalam hati. Namun, aku sadar, mencintaimu sendirian bukanlah cinta yang wajar. Aku dibunuh debar-debar dada dan kecemasan akan kenangan berselimut luka. Itulah mengapa aku belajar melepasmu. Sebab, aku tahu cinta terbaik akan selalu pulang, jika kau tidak kunjung datang, barangkali kau memang ditakdirkan sebatas kisah yang hanya layak tersimpan sebagai kenang.
--BOY CANDRA
#3
“Aku benci saat-saat dimana seseorang yang awalnya tak pernah berarti apa-apa, kemudian perlahan melahirkan rasa nyaman dan harapan namun nyatanya hanya sementara. Dan setelah kepergiannya, aku seolah-olah kehilangan segalanya.”
#4
“Nyatanya, hujan lebih baik daripada kamu. Dia datang dan pergi dengan memberi tanda, tidak sepertimu yang melakukan semuanya dengan tiba-tiba.”
#5
“Setidaknya jangan memberi harapan terlalu banyak kepada seseorang, jika harapan tersebut akan menyakitkan.”
#6
"KETIKA PEREMPUAN SALAH"
Sejahat-jahatnya perempuan, mereka tidak boleh dipukul, dibentak dgn bahasa kasar, atau diteriaki di tempat umum.
Jika dia salah, jelaskan dia salah, tapi tidak dengan cara diteriaki dan dimaki.
Jika dia melakukan kesalahan yang fatal, ajari dia dengan kehilangan, bukan dengan pukulan.
Jika dia tidak mau mendengarkan, peluklah hingga dia tenang, lalu ajak dia berdiskusi, bukan diperdebatkan.
Itu yang seharusnya para Pria lakukan.
Terkadang kamu harus kembali kepada awal, kepada hari dimana kamu dan dia seperti dahulu sebelum saling mengenal.
Bukankah dahulu terasa biasa saja saat kamu mendapati tak ada namanya dalam pemberitahuan pesan yang kamu terima.
Bukankah dahulu terasa biasa saja saat kalian tak saling berlebihan memberi perhatian.
Ya, luka yang ada memang tak akan pernah pulih dengan mudah. Kamu hanya perlu berjalan sejauh yang kamu bisa.
Memang berat saat kamu berusaha membuang apa saja yang berhubungan dengannya.
Berusaha meyakinkan dirimu bahwa tak ada lagi dia. Hati dan pikiranmu seakan tak ingin berkompromi denganmu agar tak mencari tahu keadaannya atau hanya sekadar menyapanya.
Perihal rindu, sesekali tak apa. Nyatanya jika kamu paksakan untuk dihilangkan, tak semudah orang bicara.
Rindumu bukan berarti kamu ingin memilikinya untuk sekali lagi.
Terkadang rindu adalah perihal mengenang seseorang yang membuat berantakan di dalam hati.
Jadilah kuat. Jangan terlalu memaksakan dirimu dengan sangat. Sebab jika kamu terlalu keras melupakan ingatan tentangnya, kamu hanya akan mendapati dirimu yang semakin dalam terluka.
—Moody notes
#2
Akhirnya aku belajar melepasmu, bukan karena aku tidak lagi mencintaimu. Bukan juga karena sayangku sudah habis di dalam hati. Namun, aku sadar, mencintaimu sendirian bukanlah cinta yang wajar. Aku dibunuh debar-debar dada dan kecemasan akan kenangan berselimut luka. Itulah mengapa aku belajar melepasmu. Sebab, aku tahu cinta terbaik akan selalu pulang, jika kau tidak kunjung datang, barangkali kau memang ditakdirkan sebatas kisah yang hanya layak tersimpan sebagai kenang.
--BOY CANDRA
#3
“Aku benci saat-saat dimana seseorang yang awalnya tak pernah berarti apa-apa, kemudian perlahan melahirkan rasa nyaman dan harapan namun nyatanya hanya sementara. Dan setelah kepergiannya, aku seolah-olah kehilangan segalanya.”
#4
“Nyatanya, hujan lebih baik daripada kamu. Dia datang dan pergi dengan memberi tanda, tidak sepertimu yang melakukan semuanya dengan tiba-tiba.”
#5
“Setidaknya jangan memberi harapan terlalu banyak kepada seseorang, jika harapan tersebut akan menyakitkan.”
#6
"KETIKA PEREMPUAN SALAH"
Sejahat-jahatnya perempuan, mereka tidak boleh dipukul, dibentak dgn bahasa kasar, atau diteriaki di tempat umum.
Jika dia salah, jelaskan dia salah, tapi tidak dengan cara diteriaki dan dimaki.
Jika dia melakukan kesalahan yang fatal, ajari dia dengan kehilangan, bukan dengan pukulan.
Jika dia tidak mau mendengarkan, peluklah hingga dia tenang, lalu ajak dia berdiskusi, bukan diperdebatkan.
Itu yang seharusnya para Pria lakukan.




Komentar
Posting Komentar