Curhatan hati seorang perempuan
Aku pernah sangat mencintai seseorang, walau ternyata aku tidak dicintai sama sekali. Padahal (menurutku) aku sudah memperlakukan dengan sangat baik, menjadi seorang wanita yang setia pada prianya. Seseorang yang memperhatikan keperluannya. Mengusahakan apa saja agar menjadi seseorang yang pantas untuknya.
Lalu setelah itu, aku pacaran dengan orang yang mencintaiku sekali. Tapi sayangnya aku tidak terlalu mencintainya. Dan karena rasa cintanya begitu besar, aku menjadi seorang yang egois, seorang yang besar kepala, seorang yang semena-mena. Seseorang yang terlihat sangat tidak peduli dia mau melakukan apa, tapi ketika ia melakukan sedikit saja kesalahan aku marah luar biasa.
Lalu mana yang kupilih? Aku lebih memilih mencintai, karena dengan mencintai, aku menjadi seseorang yang lebih baik. Dan ketika dicintai oleh orang yang tidak aku cintai, segala sifat burukku keluar.
Untukku, bersama orang yang aku cintai lebih menyenangkan dibanding dengan orang yang mencintaiku. Tapi, kalau orang yang aku cintai tidak bahagia dengan cinta yang aku beri, rasanya aku juga tidak tega melihatnya sengsara. Jadi kayanya mencintai dan dicintai oleh orang yang sama jauh lebih menyenangkan, ya? Tidak usah terburu-buru, lebih baik menunggu lebih lama, daripada membuang-buang waktu dengan orang yang salah, seperti kamu mencintai tapi dia tidak cinta, atau dia cinta tapi kamu tidak.
Seperti kata the beatles; “and in the end, the love you take is equal to the love you make.”
Ya, pada akhirnya akan ada cinta yang kamu dapat sama besarnya dengan cinta yang kamu beri.
Lalu setelah itu, aku pacaran dengan orang yang mencintaiku sekali. Tapi sayangnya aku tidak terlalu mencintainya. Dan karena rasa cintanya begitu besar, aku menjadi seorang yang egois, seorang yang besar kepala, seorang yang semena-mena. Seseorang yang terlihat sangat tidak peduli dia mau melakukan apa, tapi ketika ia melakukan sedikit saja kesalahan aku marah luar biasa.
Lalu mana yang kupilih? Aku lebih memilih mencintai, karena dengan mencintai, aku menjadi seseorang yang lebih baik. Dan ketika dicintai oleh orang yang tidak aku cintai, segala sifat burukku keluar.
Untukku, bersama orang yang aku cintai lebih menyenangkan dibanding dengan orang yang mencintaiku. Tapi, kalau orang yang aku cintai tidak bahagia dengan cinta yang aku beri, rasanya aku juga tidak tega melihatnya sengsara. Jadi kayanya mencintai dan dicintai oleh orang yang sama jauh lebih menyenangkan, ya? Tidak usah terburu-buru, lebih baik menunggu lebih lama, daripada membuang-buang waktu dengan orang yang salah, seperti kamu mencintai tapi dia tidak cinta, atau dia cinta tapi kamu tidak.
Seperti kata the beatles; “and in the end, the love you take is equal to the love you make.”
Ya, pada akhirnya akan ada cinta yang kamu dapat sama besarnya dengan cinta yang kamu beri.


Komentar
Posting Komentar