Kumpulan puisi tentang hujan kecil
Pergi tak kembali
Semakin jauh kau pergi
Semakin sakit kau hilang
Sudah cukup Tuan kelabu
Sudah banyak derita dan luka
Perpisahan adalah musibah
Kesedihanku,tawaku, dan ceriaku
Semuanya hilang di bawa angin
Di bawa entah kemana dia bersinggah
Kemana dia pergi?
Di tempat yang jauh dan sangat jauh
Haruskah aku mengejar
Haruskah aku berlari
Kau memilih bersinggah
Di suatu tempat sunyi
Tanpa diriku dan Ragaku
Tuan kelabu.
Aku rindu sosok dirimu
Hujan kecil untuk Tuan Kelabu
Lelah
Ku menanti dirimu
Ku menunggu dirimu
Ku berharap padamu
Tapi mana Balasannya
Kemana hatimu pergi
Mencari sarang yang nyaman
Mencari kekasih lain di sana
Aku cape....
Aku mulai rapuh dan lelah
Menunggu kepastian darimu
Tapi apa,mana, Janjimu..
Janji yang kau ucapkan?
Maaf.. aku cape denganmu
Lelahku menunggu harapanku
Ku putus asa dan pupus
Tuan kelabu. Dimana dirimu
Juni. Hujan kecil
Pada hujan rintik
Dari mana datangnya hujan di bulan maret?
Ku pertanyakan tanpa jelas apa akan ada jawaban
Darimana datangnya teduh payung biru?
Ku pikirkan meski tidak ada penyelesaian
Lalu bersabdalah alam raya dan bertitah pada situasi
Dunia masih berotasu meski waktu serasa berhenti
Saat hujan rintik bulan Maret?
Lancang bukan alasan
Ransang adalah permulaan
Bahwa yang terbaca membuat rasa berkelana hingga
Kemudian tak ada lagi yang baca.
.
.
.
.maaf
Hujan kecil
Bulan maret
Petjah
Kau membuatku rapuh tanpa alasan
Kau membuatku semua terjadi
Ketikaku melangkah maju
Kau malah bergerak mundur
Sayap malaikat menjadi petjah
Kaca-kaca bidadari pada petjah
Diriku dan dirimu seakan petjah
Apakah semuanya akan petjah
Hanya dirimu yang bisa menjawab
Keadilanmu di sisimu
Keagunganmu milikmu
Aku hanya manusia yang rapuh
Hujan kecil
Bulan maret


Komentar
Posting Komentar